Bahasa Indonesia English
PENGUMUMANSELAMAT DATANG DI WEBSITE DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN LAMPUNG BARAT, http://www.dprd-Lampungbaratkab.go.id

Gelombang Besar, Bangkai AirAsia Diduga Berpindah-pindah

Bookmark and Share
02 Januari 2015 - 15:26:40 » Diposting oleh : » Hits : 1230 » Berita Umum
Gelombang Besar, Bangkai AirAsia Diduga Berpindah-pindah

PANGKALAN BUN – Kondisi cuaca buruk dan arus kencang di laut mengiringi pencarian yang digeber Badan SAR Nasional beserta instansi lainnya.

 

Keadaan ini mempersulit proses evakuasi. Ada dugaan posisi bangkai pesawat AirAsia QZ8501 berpindah-pindah. Ini karena gelombang besar tak hanya di permukaan.

 

Direktur Operasi Basarnas, Marsma SB Supriyadi mengungkapkan arus di dalam laut juga kencang. Hal tersebut yang mengakibatkan posisi pasti bangkai pesawat tidak dapat diketahui.

 

"Arus laut tidak tau sederas apa. Kerangka kapal ditarik arus dan jaraknya ini yang kita belum tahu. Pesawat belum ketemu," tutur Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Jumat (2/10).

 

Sebenarnya tim gabungan yang beroperasi di sekitar titik pencarian sudah mendeteksi benda metal. Penemuan terjadi setelah banyak korban mengapung yang diangkut ke kapal. Tim kemudian memusatkan pencarian di sekitar lokasi jenazah yang terapung.

 

Memang ada benda metal terdeteksi, namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata temuan itu bukan bagian pesawat AirAsia QZ8501.

 

"Jadi deteksi bawah laut ada beberapa yang sudah sampaikan temukan metal. Tapi setelah dibuktikan bukan. Detekesi adanya metal dan benda di bawah laut oleh robot akan sorot sebuah kamera bahwa itu betul kerangka AirAsia atau tidak," jelas Supriyadi, seperti diberitakan Indopos (Grup JPNN).

 

Meski belum ditemukan titik pasti, operasi bawah laut masih terus dilakukan. Terlebih ada alat pendeteksi sonar yang diperbantukan oleh Singapura kepada tim gabungan. Alat itu datang kemarin (1/1/2015) dan sudah mulai dioperasikan.

 

Supriyadi menjelaskan, dengan peralatan canggih ini akan mempermudah tim mengumpulkan serpihan pesawat. Temuan-temuan tersebut yang mengarahkan evakuasi ke badan pesawat.

 

"Hal ini membantu kita dalam pencarian khususnya dibawah laut karena mereka punya alat. Mudah-mudahan dengan peralatan lebih canggih memungkinkan kita temukan kerangka pesawat," kata Supriyadi.

 

Saat ini setidaknya empat kapal TNI AL sedang berada di lokasi pusat pencarian di Selat Karimata. KRI Bung Tomo, KRI Banda Aceh, KRI Sultan Hasanuddin dan KRI Yos Sudarso dikabarkan oleh Supriyadi akan siap siaga di sana.

 

Nantinya, begitu ditemukan titik pasti koordinat kerangka pesawat, kapal-kapal itu akan menerjunkan penyelam dari Basarnas dan TNI AL.

 

"Semua standby di kapal dan siap melakukan penyelaman apabila titik kapal sudah ditemukan," tukasnya.

Tepat pukul 06.00 hari ini (2/1/2015) kapal SAR Catamaran KN 101 Purworejo mengangkat sauh di dermaga Panglima Ujat, Kumai, Kalimantan Barat. Kapal berlunas dua itu membawa sebagian penyelam dari Special Group Basarnas (BSG), Denjaka, Taifib, Kopaska dan Dislambar. KN 101 sedang menuju titik lokasi pencarian dan akan mentransfer para penyelam ke KRI-KRI yang ada di sana. (adn/jpnn/rnd)

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • URL
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 124 + 9 = ?
Web Link
DPR RI
MPR RI
DPRD RI
DPR RI
Agenda Dewan
Statistik
Total Hits : 1.032.122
Pengunjung : 399.719
Hari Ini : 135
Hits Hari Ini : 215
Online : 2
IP : 107.23.37.199
Browser : Other