Bahasa Indonesia English
PENGUMUMANSELAMAT DATANG DI WEBSITE DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (DPRD) KABUPATEN LAMPUNG BARAT, http://www.dprd-Lampungbaratkab.go.id

NOTA PENGANTAR RANCANGAN PERUBAHAN APBD KABUPATEN LAMPUNG BARAT TAHUN 2021

Bookmark and Share
14 September 2021 - 08:20:53 » Diposting oleh : humas DPRD » Hits : 143 » Berita Dewan
NOTA PENGANTAR RANCANGAN PERUBAHAN APBD KABUPATEN LAMPUNG BARAT TAHUN 2021

 Pendapatan Daerah pada rancangan perubahan APBD Kabupaten Lambar tahun 2021 mengalami perubahan yaitu berkurang sebesar Rp14,62 miliar lebih atau menurun sebesar 1,41% sehingga total Pendapatan Daerah pada Rancangan perubahan APBD tahun 2021 sebesar Rp1,02 triliun lebih, antara lain adanya pengurangan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer dan penambahan lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Hal itu diungkapkan Bupati Lambar Hi. Parosil Mabsus pada saat sidang paripurna dengan agenda menyampaikan nota pengantar rancangan perubahan APBD Kabupaten Lambar tahun 2020 yang digelar di Ruang Sidang Marghasana DPRD, Senin (13/9)

Parosil menjelaskan, penerimaan PAD pada rancangan Perubahan APBD Lambar ditargetkan mengalami penurunan menjadi Rp67.66 miliar lebih atau turun sebesar 2,69%. Dimana penurunan PAD tersebut terjadi pada pos retribusi daerah turun sebesar Rp1,66 miliar lebih, pos lain-lain pendapatan asli daerah yang sah turun sebesar Rp1,88 miliar lebih. Selanjutnya kenaikan pada pos pajak daerah naik sebesar Rp520,80 juta lebih, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan naik sebesar Rp1,165 miliar lebih.

“Dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun 2021 untuk dana transfer dalam APBD murni sebesar Rp932,06 miliar lebih mengalami penurunan sebesar Rp13,42 miliar lebih atau turun sebesar 1,44% menjadi Rp918,64 miliar lebih. Penurunan ini terjadi karena pada pendapatan transfer Pemerintah Pusat turun sebesar Rp13,42 miliar lebih,” ungkap Parosil

Sedangkan pada Pos Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah naik sebesar Rp665,15 juta lebih atau 1,89% dikarenakan kenaikan pada pos lain-lain pendapatan sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan pada pendapatan hibah dana BOS sebesar Rp665,15 juta lebih. “Dengan adanya perubahan pendapatan daerah maka postur anggaran belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD Tahun 2021 Kabupaten Lampung Barat mengalami perubahan,” imbuhnya

Dalam anggaran perubahan ini, lanjut Parosil, untuk belanja daerah sebelum perubahan ditetapkan sebesar Rp1,06 triliun lebih terdiri dari belanja operasi sebesar Rp740,71 miliar lebih dan modal sebesar Rp139,01 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp3,17 miliar lebih dan belanja transfer sebesar Rp181,54 miliar lebih pada rancangan perubahan APBD menjadi sebesar Rp1,09 triliun lebih atau bertambah sebesar 2,99% terdiri dari belanja operasi sebesar Rp762,37 miliar lebih, belanja modal sebesar Rp146,76 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp4,96 miliar lebih dan belanja transfer sebesar Rp182,14 miliar lebih

Masih kata dia, perubahan belanja antara lain disebabkan oleh penambahan pada pos belanja pegawai dan pos belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bagi hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa, belanja bantuan keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/ Kota, Pemerintahan Desa dan Partai Politik. Hal disebabkan antara lain karena adanya perkembangan penanganan Covid 19 serta dalam rangka pemulihan ekonomi nasional untuk daerah.

“Pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,02 triliun lebih dan belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,09 triliun lebih maka dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Lampung Barat tahun 2021 terdapat anggaran defisit. Dimana sebelum perubahan sebesar Rp27,60 miliar lebih dan berubah menjadi sebesar Rp74,02 miliar lebih atau bertambah sebesar Rp46,42 miliar lebih,” tegasnya 

Lebih jauh dia mengatakan, dengan memperhatikan rencana perubahan APBD, maka target ekonomi makro Kabupaten Lambar tahun 2021, yaitu target jalan sebesar 64,18%, Indeks Pembangunan Manusia sebelum perubahan sebesar 68,42 poin. Lalu pertumbuhan ekonomi berkisar antara 2,75 sampai dengan 3,75% untuk skenario berat dan berkisar antara 3,76 sampai dengan 4,76% untuk skenario sedang, dan untuk target inflasi tetap berkisar antara 3,5 sampai dengan 4%. (lus/mlo)

Berita Lainnya


Tinggalkan Komentar

  • Nama
  • URL
  • Komentar
  • Kode Verifikasi
  • 156 + 6 = ?